Kamis, 16 Februari 2017

Tugas TAP 2 PT. MAX TOP

PT. MAX TOP

PT. Max Top adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, termasuk telepon genggam. Saat ini PT. Max Top menempati posisi pertama dalam meraih pangsa pasar di Indonesia. PT. Max Top menerapkan filosofi “ kepuasan pelanggan berarti kesejahteraan” yang mulai dicanangkan sejak tahun 2005. Pihak manajemen selalu menekankan bahwa apabila pelanggan puas dengan produk mereka, maka akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan dan pada akhirnya akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh karyawan. Demikian pula sebaliknya, apabila pelanggan tidak puas dengan produk mereka, maka penjualan akan menurun dan pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian. Selama sepuluh tahun beroperasi, PT. Max Top telah memproduksi berbagai peralatan komunikasi berteknologi tinggi yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Dengan alasan kepuasan pelanggan itulah, pihak manajemen menetapkan standar mutu yang ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, pemilihan pemasok, proses produksi, tenaga ahli, sampai pada distribusi produk.

Saat ini PT. Max Top memiliki pabrik perakitan di Bekasi. Pada awal tahun 2011, PT. Max Top berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Untuk itu, pihak manajemen merencanakan untuk mendirikan satu pabrik baru. Terdapat 3 alternatif kota yang dapat dijadikan lokasi pabrik yaitu kota A, kota B, dan kota C. Apabila pabrik ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat pabrik telah beroperasi adalah sebesar  Rp50.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp350.000,00 per unit.  Untuk kota B, biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp35.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp400.000,00 per unit, dan untuk kota C biaya tetap per bulan adalah Rp40.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp300.000,00 per unit.
           
           

PERTANYAAN

1.      Hitunglah total biaya untuk setiap lokasi dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel pada kapasitas 400 unit per bulan, kemudian tentukan kota manakah yang sebaiknya dipilih! Jelaskan alasan Saudara!




Selamat Mengerjakan
Utamakan Kejujuran





Jawab
Data Biaya Setiap Lokasi
Lokasi
Kota A
Kota B
Kota C
Biaya Tetap / Bulan
 Rp                  50.000.000
 Rp                35.000.000
 Rp               40.000.000
Biaya Variabel/Unit (Rp)
 Rp                       350.000
 Rp                     400.000
 Rp                    300.000
Keterangan : Kapasitas Produksi 400 Unit/Bulan
Rumus yang digunakan dalam menghitung biaya perusahaan untuk setiap lokasi adalah :

Jumlah biaya Lokasi = Biaya Tetap/Bulan + (Biaya Variabe/Unit  x  Kapasitas Produksi)
Ø Kota A                              =   Rp.50.000.000 + (Rp.350.000 x 400 Unit)
                                               =   Rp.190.000.000
Ø Kota B                              =   Rp.35.000.000 + (Rp.400.000 x 400 Unit)
                                         =   Rp.195.000.000
Ø Kota C                              =   Rp.40.000.000 + (Rp.300.000 x 400 Unit)
                                         =   Rp.160.000.000

Kapasitas
Jumlah Biaya Kota A
Jumlah Biaya Kota B
Jumlah Biaya Kota C
400 Unit
 Rp                190.000.000
 Rp              195.000.000
 Rp             160.000.000
                                        
Jadi dari hasil perhitungan biaya operasi perusahaan terhadap lokasi ternyata didapatlah bahwa lokasi KOTA C sebagai lokasi yang dipilih karena jumlah biaya yang dikeluarkan lebih murah. dibandingkan kota A dan B. 
Manajemen Perusahaan sebaiknya memilih Lokasi yang lebih murah disesuaikan dengan besarnya kapasitas yang direncanakan untuk perusahaan tersebut.


  PT. Indo Citra Selaras, Tbk.

PT. Indo Citra Selaras merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk perawatan kebersihan tubuh seperti shampoo, sabun mandi, sabun pencuci wajah, pasta gigi, dan ­hand and body lotion. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1979 dengan kantor pusat di Jakarta dan fasilitas produksi di Tangerang. Pendiri PT. Indo Citra Selaras, yaitu Tuan Hendra Sutawijaya sejak awal pendirian perusahaan mempunyai visi menjadi salah satu perusahaan penghasil produk perawatan kebersihan tubuh nomor satu di Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, Tuan Hendra Sutawijaya menjabarkannya dalam misi-misi perusahaan yang selalu menekankan pada efektivitas dan efisiensi kerja. Sejak pertama didirikan, PT. Indo Citra Selaras selalu melakukan rekruitmen tenaga kerja sesuai kebutuhan yang selalu disesuaikan antara latar belakang pendidikan pekerja dengan job analysis yang dibutuhkan.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, saat ini PT. Indo Citra Selaras telah memiliki satu lagi unit fasilitas produksi yaitu di Gunung Putri, Bogor. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Indo Citra Selaras adalah shampoo dengan merek sunshine yang dikhususkan bagi kaum wanita. Sejak tahun 2011, telah dilakukan riset mendalam untuk memproduksi satu produk baru yaitu shampoo khusus bagi wanita berjilbab. PT. Indo Citra Selaras telah melakukan riset pasar dan menarik satu kesimpulan bahwa wanita muslim yang mengenakan jilbab mengalami tren peningkatan yang cukup tajam, oleh karenanya kelompok calon konsumen ini dianggap paling menguntungkan. Hal ini merupakan satu peluang pasar baru, mengingat selama ini belum pernah ada produk shampoo khusus untuk wanita berjilbab. Untuk memproduksi varian baru shampoo sunshine tersebut, pihak manajemen telah melakukan riset untuk menemukan formula kimia yang tepat agar shampoo cocok digunakan untuk kondisi rambut dan kulit kepala yang selalu lembab. Dari hasil riset yang telah dilakukan, ditemukan satu formula baru dengan bahan baku utama adalah ganggang laut yang terbukti mampu menjaga kesuburan rambut dan kesehatan kulit kepala. Ganggang laut ini banyak terdapat di Indonesia bagian timur, dan ketersediaannya telah diperhitungkan mencukupi untuk produksi. Kelebihan lain shampoo ini adalah selain mampu menyuburkan rambut juga mencegah ketombe dan mencegah kerontokan rambut.

Setelah riset selesai pada akhir tahun 2011, tahun berikutnya adalah persiapan produksi dan promosi. Pada akhir tahun 2012, produk shampoo sunshine khusus wanita berjilbab resmi diluncurkan ke pasar dengan varian merek “sunshine fresh”. Strategi pemasaran produk telah ditetapkan, yaitu sunshine fresh dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Oleh karenanya hanya dibuat 2 ukuran produk yaitu ukuran 100 ml dan ukuran 200 ml. Penetapan harga rendah ini ditujukan karena perusahaan ingin memperoleh pangsa pasar yang seluas-luasnya mengingat produk semacam ini belum pernah diproduksi oleh perusahaan lain. Pada tahap ini, penjualan produk masih sangat rendah, karena sebagian besar masyarakan belum mengetahui adanya produk baru tersebut. Oleh karena itu, dalam memasarkan produk tersebut, pihak manajemen menetapkan promosi gencar melalui stasiun televisi swasta dan majalah-majalah wanita. Selain melalui media cetak, promosi gencar juga dilakukan dengan membuka stand promosi di beberapa mall di kota-kota besar di pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk membuat masyarakat aware akan adanya produk baru yang sangat bermanfaat. Selain itu, perusahaan juga ingin meraih penjualan tinggi selagi pesaing belum meniru produk yang sejenis.

Pertanyaan:

Berdasarkan kasus PT. Indo Citra Selaras, Tbk., maka analisislah:
                                                                                                                                                         Skor
1.        a)    Berdasarkan daur hidup produk, pada tahap apa produk shampoo sunshine fresh berada dan jelaskan jawaban Saudara!
b)    Strategi pemasaran apa yang digunakan untuk shampoo sunshine fresh pada tahap tersebut? Jelaskan jawaban Anda!
b)    Strategi apa yang dipilih perusahaan dalam memilih pasar sasaran (target market) produk sunshine fresh dan jelaskan alasan Saudara!







Selamat Mengerjakan
Dan
Semoga Berhasil






Jawab

1.      Berdasarkan dari Wacana diatas PT. Indo Citra Selaras masuk pada tahap Perkenalan Produk. Pada Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang lambat. PT. Indo Citra Selaras cenderung membatasi jenis produknya karena pasarnya dianggap belum siap untuk menerima pembauran-pembauran produk. pada kondisi PT. Indo Selaras produk yang ditawarkan kepada konsumen hanya 1 produk saja yakni Shampoo khusus wanita berjilbab, kemudian Pada fase ini produk yang ditawarkan kepada konsumen merupakan suatu hal yang baru yang konsumen mungkin belum pernah menggunakan produk shampoo ini, jelas PT. Indo Citra selaras berusalah memperkenalkan produknya kepada konsumen baik menggunakan media Promosi, Majalah guna memberitahu serta membujuk konsumen agar mau menggunakan produknya.
2.      Adapun dari wacana diatas strategi Pemasaran yang digunakan oleh PT. Indo Citra Selaras adalah menggunakan  Strategi Penetrasi Preemtif. Strategi ini  merupakan strategi pemasaran dengan menetapkan harga rendah dan promosi yang tinggi. PT. Indo Citra selaras memasarkan produk Shampoonya secara intensif kepada konsumen, produk baru yang ditawarkan tentu masih belum dikenal oleh konsumen, untuk dapat dikenal oleh konsumen tentulah Media Promosi sangat diperlukan, dan biaya yang digunakan tentulah tidak sedikit. PT. Indo Citra Selaras  Menggunakan Promosi  lewat periklanan dan publisitas yang mendorong pembelian konsumen terhadap produk Shampoo yang diproduksi oleh PT. Indo Citra Selaras.
3.      Strategi Pasar Sasaran yang digunakan oleh PT. Indo Citra Selaras adalah Strategi Pasar terkonsentrasi (Concentrated Marketing) yang  mana PT. Indo Citra Selaras hanya memusatkan upaya pemasarannya pada satu kelompok pembeli saja, yakni wanita yang berhijab, tujuannya agar memperoleh kedudukan yang kuat dalam suatu segmen pasar yang dilayaninya. Produk Shampoo “sunshine fresh”. Yang dibuat oleh PT. Indo Citra Selaras juga melakukan Strategi harga untuk mencapai pasar sasarannya yaitu dengan menggunakan metode Penetration Pricing yaitu strategi yang menetapkan harga yang serendah-rendahnya. Ini bertujuan agar produk Shampoo yang dihasilkan mencapai volume penjualan yang setinggi-tingginya di segmen pasar tertentu. Strategi ini digunakan apabila kondisi persaingan ketat, atau kondisi pasar sudah menunjukkan kejenuhan akan suatu produk.





Proposal Usaha

I.         LATAR BELAKANG
Sektor Bisnis perikanan yang berada di Kabupaten Tanjung jabung barat kuala tungkal memiliki Prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan khususnya dalam hal tersedianya sumber daya laut yang melimpah. Salah satunya adalah udang. Munculnya berbagai Industri Rumah Tangga di bidang olahan makanan ringan  menjadi salah satu bentuk peluang bisnis yang memberikan daya tarik bagi konsumen.
Berada dikawasan perairan payau memberikan potensi yang sangat besar khususnya dibidang perikanan, Kabupaten tanjung jabung barat Kuala tungkal salah satunya memiliki sumber daya laut yang melimpah berupa ikan, udang, kepiting dsb. Hasil laut yang menjadi mata pencarian masyarakat seperti nelayan memberikan peningkatan pendapatan ekonomi bagi masyarakat di kuala tungkal. Dengan sumber daya laut yang melimpah memberikan peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha dalam skala rumahan seperti Kerupuk Udang “Kletek Gabus” yang saya rintis sejak januari tahun 2016 . Dengan total Omset yang didapatkan kelompok Usaha Kerupuk Udang “Kletek Gabus” Sebesar Rp.4.375.000,- per bulan, kami Merasa perlu melakukan Pengembangan terhadap produkya agar  produknya tidak hanya dipasarkan secara lokal namun juga mampu menembus pasar ke luar daerah. Industri rumah tangga adalah industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Ciri lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan hukum maupun tidak strategi pemasaran dirancang untuk meningkatkan peluang konsumen agar memberikan tanggapan dan perasaan positif terhadap produk, jasa dan merek tertentu, dan akan mencoba produk, jasa atau merek tersebut, selanjutnya membelinya berulang-ulang (repeat buying).


II.           PEMPRAKARSA
Dengan latar belakang diatas, maka saya bernama ARI RAMADANI merencanakan untuk membangun usaha rumahan Kerupuk Udang “Kletek Gabus”  tersebut serta membentuk kelompok usaha pemuda dengan nama “Kayu Putih”. Dimana saya telah mempunyai pengalaman dalam pengelolaan usaha ini sejak awal saya rintis usaha ini saya cukup mengerti mengenai seluk beluk dan operasional usaha tersebut. Lebih detail tentang rencana usaha ini dapat lebih lanjut dalam proposal ini.

III.        KEPEMILIKAN USAHA
Usaha dalam Skala Rumahan (Home Industries) ini merupakan usaha Kelompok yang terdiri dari  :
Ketua                                     :    ARI RAMADANI
Bendahara                            :    MERI ANDANI
Anggota                                 :    M. SAIFUL  ABRA
                                               :    M. JEFRI
Jenis Usaha                           :    Kerupuk Udang “Kletek Gabus”
Alamat                                   :    Jl. Kihajar Dewantara
                                               :    Kuala Tungkal
No. Hp                                   :    085267012541
Riwayat hidup Ketua Kelompok Usaha, saat ini masih bekerja sebagai seorang wiraswasta, serta kami sebagai kelompok yang menjalankan usaha ini. Untuk lebih jelas tentang Curriculum Vitae (CV) Saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini
MODAL USAHA
Modal dasar usaha dan telah digunakan sebesar Rp.2.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
Copinya yang dilampirkan dalam proposal ini adalah :
Ø  Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)


IV.        PEMASARAN
Produk dan Segmentasi
Produk usaha ini adalah makanan ringan Kerupuk Kletek Gabus Udang yang diolah dalam skala rumahan. Segmentasi usaha ini adalah pengunjung yang datang ke toko kami langsung atau pemesanan secara online lewat media sosial.
V.           TEKNIS
Lokasi usaha :
Tempat usaha ini berlokasi di jalan Ki Hajar Dewantara Lorong Kayu Putih Kuala Tungkal. Luas Lokasi 4 x 6 meter.
Barang investasi :
Ø  Sewa Tempat Toko 1 Tahun
Ø  Kompor Gas 1 Buah
Ø  Tabung Gas 1 Buah
Ø  Peralatan Memasak Lainnya
Ø  Kulkas
Ø  Timbangan
Ø  Bungkus Plastik
Ø  Mesin Press Packing
Ø  Kaca Etalase












VI.        KEUANGAN (Analisa Usaha)
Total Biaya usaha yang digunakan dalam usaha skala rumahan ini adalah sebagai berikut :
Ø  Sewa Toko 1 Tahun                          Rp.         1.500.000,-
Ø  Kompor Gas 2 Buah                         Rp.         2.600.000,-
Ø  Tabung Gas 1 Buah                          Rp.            160.000,-
Ø  Peralatan Memasak Lainnya             Rp.            500.000,-
Ø  Kulkas                                               Rp.         3.000.000,-
Ø  Timbangan                                        Rp.            100.000,-
Ø  Bungkus Plastik                                Rp.              50.000,-
Ø  Mesin Press Packing                         Rp.            750.000,- 
Ø  Biaya Jasa Tenaga Kerja                   Rp.         2.000.000,-
Ø  Kaca Etalase 2 Buah                         Rp.         2.000.000,-
Total                                                 Rp.       12.660.000,-
Ø  Modal Kerja (Pembelian udang, Tepung, Minyak dll) Rp.1.340.000,-
Grand Total                                          Rp.       14.000.000,-
Sumber Dana Investasi
Kebutuhan dana dalam pengajuan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Yaitu :
Modal Sendiri                                              Rp.                   2.000.000,-
(17%)
Modal dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanjung Jabung Barat :         Rp.                                                                           12.000.000,-
(83%)
Total                                                            Rp                  14.000.000,-





VII.          RENCANA ALOKASI PENDAPATAN DAN PENGELUARAN
A.    Pemasukan Bulanan
1.      2.5 Kg x Rp.70.000,- x 25 hari   Rp.                4.375.000,-
B.     Pengeluaran Bulanan
1.      Pembelian Bahan Baku                 Rp.                   400.000,-
2.      Biaya Tabung Gas                         Rp.                   200.000,-
3.      Biaya Jasa Tenaga Kerja               Rp.                2.000.000,-
4.      Biaya Lain-Lain                            Rp.                   350.000,-
Total Pengeluaran                             Rp.                2.950.000,-
Laba Bersih Yang Akan Diperoleh Rp.               1.425.000,- 





VIII.  PENUTUP
Demikianlah proposal permohonan pinjaman dana usaha ini besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman dari pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang bapak Pimpin.
Terima kaih atas kerjasamnya.


                                                                                            Hormat saya,


                                                                                            (ARI RAMADANI)
                                                                                             Pemilik Usaha